Survei: 38 persen perusahaan Singapura perkirakan iklim bisnis memburuk pada 2019

Singapura (ANTARA News) – Sentimen bisnis di Singapura telah melemah di tengah ketidakpastian ekonomi global pada 2019 dengan 38 persen perusahaan lokal memperkirakan kondisinya memburuk tahun ini atau 21 persen lebih tinggi dari angka survei tahun lalu, menurut survei terbaru.

Singapore Business Federation (SBF) meluncurkan Survei Bisnis Nasional Tahunan 2018/2019 pada Kamis, yang dilaksanakan dari 19 September hingga 7 Desember tahun lalu, yang mengumpulkan tanggapan dari lebih 700 perusahaan di semua industri besar di Singapura.

Menurut survei, prospek pada dasarnya netral karena sekitar 45 persen perusahaan Singapura percaya iklim bisnis di negara itu akan tetap tidak berubah tahun ini.

Tantangan yang paling dikhawatirkan dari bisnis lokal termasuk kenaikan suku bunga dan ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung, masing-masing mewakili 65 persen dan 61 persen responden.

Hanya 18 persen perusahaan Singapura yang menyatakan puas dengan iklim bisnis global saat ini.

Survei menunjukkan bahwa inovasi telah menjadi prioritas bagi perusahaan lokal untuk mengatasi tantangan global yang berat, dengan 56 persen perusahaan menerapkan inovasi pada 2018.

Sekitar 39 persen bisnis lokal memandang kemampuan digital sebagai prioritas untuk 2019.

Baca juga: Bank Dunia proyeksikan pertumbuhan ekonomi global melambat tahun ini
 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019