BI yakin pasar tidak “wait and see” jelang pemilu

Jakarta (ANTARA News) – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini dunia usaha dan investor tidak akan ragu dan memilih menunggu (wait and see) untuk mengeksekusi kegiatan bisnis, meskipun di dalam negeri sedang diramaikan dinamika politik menuju Pemilihan Legislator dan Presiden 2019.

“Kami melihat bahwa kepercayaan diri investor baik di dalam maupun luar negeri itu terus tumbuh dan sejumlah indikator itu telah menunjukkan hal itu,” kata Perry dalam jumpa pers Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Kamis.

Dinamika politik terkait Pemilu sudah membayangi pasar domestik sejak 2018. Namun, kata Perry, investasi dan konsumsi domestik terus membaik. Misalnya, pertumbuhan investasi riil yang membentuk Produk Domestik Bruto terus menggeliat.

Di kuartal III 2018, investasi bisa tumbuh 6,9 persen, dan menurut Perry, pertumbuhan itu akan berlanjut di kisaran yang sama di kuartal IV 2018, alias tidak terjadi perlambatan.

“Secara keseluruhan di 2018, investasi itu tumbuh hampir tujuh persen,” ujar dia.

Menurut perkiraan Bank Sentral, di kuartal I 2019, investasi akan terus terkerek permintaan domestik, baik untuk sektor bangunan maupun non bangunan.

“Indikator lain, neraca modal di 2018 (neraca pembayaran) yang surplus,” kata dia. Di kuartal IV, neraca transaksi modal dan finansial diperkirakan 4,2 miliar dolar AS.

Selain itu, indeks pengeluaran yang terlihat dari konsumsi rumah tangga masih bertumbuh. Di kuartal III 2018, konsumsi rumah tangga naik 5,2 persen, dan diperkirakan akan berlanjut tumbuh melebihi angka tersebut di kuartal IV 2018.

“Secara keseluruhan pertumbuhan konsumsi rumah tangga tinggi di atas lima persen itu menunjukkan kuatnya daya beli. Itu tentu saja didukung oleh peningkatan pendapatan dan terkendalinya inflasi¬† yang terkait dengan pertumbuhan konsumsi,” ujar dia.

Pada 2019, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5-5,4 persen (yoy).

Adapun Tanah Air sedang menuju tahapan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden pada 17 April 2019. Masa Kampanye Pemilu sudah dimuali sejak Oktober 2018 dan saat ini sedang memasuki tahap debat antara kandidat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.

Baca juga: BI pertahankan bunga acuan enam persen

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019