Analis: Pergerakan rupiah akan terpengaruh pelemahan mata uang regional

Jakarta (ANTARA News) – Kepala Riset Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah pada Rabu ini akan terpengaruh oleh pelemahan mata uang regional.

“Kemungkinan nilai tukar rupiah akan melemah terbawa sentimen pelemahan yen dan dolar Hong Kong pagi ini,” ujar Lana di Jakarta, Rabu.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi ini sempat bergerak menguat 37 poin menjadi Rp14.183 dibanding posisi sebelumnya Rp14.220 per dolar AS. Namun rupiah kembali melemah menjadi Rp14.190 per dolar AS.

Dari sisi domestik, pemerintah masih optimis target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen masih bisa tercapai di tengah potensi perlambatan ekonomi global dengan fokus pada 25 program prioritas, diantaranya program Kredit Usaha Rakyat (KUR), pengendalian inflasi, keuangan inklusi, dan insentif fiskal. Untuk KUR tahun 2019 ini pemerintah menganggarkan sebesar Rp140 triliun naik dari Rp123,8 triliun pada 2018.

Baca juga: Harga minyak jatuh, investor khawatiran perlambatan ekonomi global
   
Terkait pertumbuhan ekonomi, Bank Dunia dan IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2 persen pada akhir 2019.  “Sementara kami memproyeksikan 5,17-5,24 persen,” kata Lana.

Ia memprediksi rupiah hari ini akan bergerak menuju kisaran Rp14.235 per dolar AS hingga Rp14.235 per dolar AS.

Sementara itu, Analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada memperkirakan, hari ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.190-Rp14.205 per dolar AS. 

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu, mata uang rupiah tercatat menguat menjadi Rp14.188 dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.221 per dolar AS.

Baca juga: Dolar AS melemah di tengah tanda perlambatan ekonomi global

Baca juga: Emas berjangka naik tipis, dolar AS melemah

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019